Banyak masyarakat yang saat ini dapat menikmati indahnya hidup dengan makanan enak, kemewahan, dan kesenangan dalam hidupnya. Industri yang menjamur serta produksi yang tidak terbatas menjadi salah satu faktor bertambahnya kebutuhan masyarakat. Perihal itulah yang dapat menyebabkan sifat konsumtif berlebihan. Sifat-sifat konsumtif pada masyarakat sekarang ini cenderung berlebihan karena pembelian produk produk tersebut didasari oleh rasa keinginan saja, tanpa melihat bahan dasar dari produk tersebut dan efek efek yang ditimbulkan oleh produk-produk tersebut. Padahal produk yang mereka pilih belum tentu memenuhi standar keamanan konsumsi. Khususnya makanan dan obat obatan.
Saat ini makanan cepat saji yang beredar di pasaran banyak mengandung bahan pengawet. Tidak jarang kita mendengar berita tentang keracunan makanan yang telah kadaluarsa. Ini merupakan dampak atau akibat dari konsumsi makanan yang salah. Makanan kemasan memang aman untuk dikonsumsi, namun harus diperhatikan pula batas waktu konsumsi makanan yang tertera pada kemasan.
Bahaya konsumsi makanan bukan hanya pada makanan kemasan yang mengandung pengawet. Makanan tanpa bahan pengawet pun bisa membahayakan kesehatan tubuh kita. Zat yang berbahaya bisa ditemukan di makanan yang memakai pewarna. Masyarakat cenderung memilih makanan dengan warna menarik dan mencolok, padahal makanan tersebut merupakan makanan dengan pewarna pakaian.
Bahan bahan lain yang tidak layak dicampur dalam adonan makanan kerap kali ditemukan di pasaran, tentunya dengan keadaan telah tercampur dengan makanan. Bakso dan mie telur adalah salah satu contoh makanan dengan zat kimia yang berbahaya. Beberapa waktu lalu ditemukan formalin (merupakan pengawet mayat) pada bakso dan ikan. Hal ini membuktikan bahwa zat berbahaya seperti formalin memang ada pada makanan. Akibat yang ditimbulkan dari konsumsi makanan yang mengandung zat zat kimia berbahaya tersebut antara lain kerusakan ginjal, paru paru, jantung, gangguan saluran pencernaan, lupus/kerusakan antibody, dll.
Produk lain seperti kosmetik dan obat obatan sama halnya dengan makanan. Perlu adanya peninjauan seberapa aman penggunaan obat obatan dan kosmetik. Namun untuk membedakan produk yang aman dan tidak aman pada kosmetik dan obat obatan cenderung lebih sulit. Seperti yang kita ketahui, kosmetik banyak mengandung merkuri yang merusak sel sel kulit. Atau obat obatan yang mengandung campuran zat kimia berbahaya lainnya.
Oleh karenanya, perlu adanya peringatan akan konsumerisasi yang berlebihan itu. Pada dasarnya masyarakat kita kurang peduli dengan keamanan produk yang mereka pakai. Dikhawatirkan ketidakamanan produk yang mereka konsumsi tersebut berakibat fatal. Tentunya kita tidak akan membiarkan masyarakat kita terus terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang tidak sehat. Dengan demikian maka kita perlu selektif dalam mengkonsumsi suatu produk. Sehingga dalam program ini kami menyediakan sarana tanya jawab dan sharing –berbagi ilmu-- mengenai hal hal tersebut, untuk mengatasi kesalahan penggunaan dan konsumsi yang berlebihan.
Dengan adanya fakta demikian,kami sebagai pelajar-pelajar yang ingin membangun bangsa lebih maju, bersedia memberikan pengetahuan yang dapat dibilang cukup penting bagi kehidupan masyarakat sekarang ini.
Selain itu kami juga akan memberikan ilmu pengetahuan tentang Radioaktif dan bermacam macam pertanyaan kimia yang jarang sekali ditanyakan dan dianggap sepele.
Melalui program pengetahuan kimia yang akan diselenggarakan ini, diharapkan dapat memberikan learning and explaining dengan berbagai pengetahuan menarik yang jarang sekali dibahas di sekolah. Dengan diselenggarakan acara seminar ini, peserta diharapkan dapat lebih selektif dan berhati hati dalam memilih produk yang mereka butuhkan. Selain itu peserta juga lebih mengerti lebih jauh tentang kimia dan orang orang yang telah memperkenalkan kimia dalam kehidupan kita.